2. Baleganjur
Baleganjur merupakan jenis gamelan yang bisa di mainkan sambil berjalan tidak seperti gong kebyar yang dipentaskan biasanya hanya ditempat saja, selain itu baleganjur juga memiliki instrumen yang lebih simple dengan jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan gong kebyar, Baleganjur biasanya digunakan untuk mengiringi upacara seperti Melasti, Ngaben, Mapeed, Ogoh-ogoh, dll…
Jenis-jenis instrumen yang digunakan pada gamelan baleganjur antara lain:
Kendang,
Reong,
Keponggang,
Tawa-tawa/kajar,
kempli,
ceng-ceng
gong,
suling.
Tategak: Sikap memainkan gamelan
Bali memiliki makna yang sangat penting. Tidak hanya menyangkut kajian estetik
keindahan, akan tetapi bagaimana energi disalurkan ketika memainkan gamelan.
Posisi duduk seorang pemain gamelan ideal yaitu mengambil posisi silasana
yaitu posisi duduk dimana kaki dilipat tertumpuk (kanan dan kiri) sedangkan
posisi badan tegak, dan pandangan kedepan (lihat gambar).
Dengan posisi yang benar dapat mendukung
penampilan dan secara estetik tertata adanya. Aspek penampilan menjadi sangat
besar pengaruhnya terhadap sebuah pementasan karena tanpa didukung oleh
penampilan yang baik dan apik serta mempertimbangkan aspek keindakan akan tidak
tercapai kaidah pertunjukan yang ada seperti: kompak, harmonis, selaras serasi
dan seimbang. Sisi lain dari posisi duduk yang benar dapat memberikan energi
yang penuh/total, sebab secara penyaluran energi yang seimbang keseluruh tubuh
dapat menyebabkan kualitas pukulan terjaga intensitasnya.
Posisi tangan: Untuk dapat
memainkan gamelan secara baik tentunya memegang panggul harus diperhatikan.
Posisi tangan yang benar untuk memainkan instrument berbilah adalah tangkai
panggul dipegang oleh tangan kanan dengan ibu jari berada sejajar dengan
tangkai panggul bagian lebarnya, sedangkan keempat jari lainnya posisi terlipat
(lihat gambar). Sedangkan untuk memainkan instrument berpencon posisi tangan
mengikuti arah panggul, sedangkan telunjuk tanpa dilipat. Begitu juga
pada instrument lainnya.
Menutup/tatekep:
Barungan Gong Kebyar merupakan seperangkat gamelan yang memiliki instrumentasi
yang sangat banyak. Hampir 30 -40 buah instrument yang sebagian besar merupakan
instrument perkusif. (dipukul). Tehnik-teknik tersebut menyebabkan setiap
kelompok instrument memiliki bunyi dan warna nada yang berlainan.
Instrumen-instrumen Gong Kebyar yang dimainkan secara dipukul baik memakai
tangan maupun memakai alat pemukul/panggul dalam gamelan Bali lazim disebut gagebug.
Sedangkan instrument tidak dimainkan secara dipukul diantaranya: instrument
suling (ditiup) dan instrument rebab (digesek). Setiap instrument memiliki
jenis-jenis pukulan yang berbeda satu sama lainnya. Oleh karena terbatasnya
informasi tentang identifikasi pukulan yang ada, maka dalam tulisan ini dicoba
memberikan teknik dasar tentang memainkan gamelan Gong Kebyar secara
konvensional serta mengacu pada sumber-sumber yang telah diakui keabsahannya.
Tategak: Sikap memainkan gamelan
Bali memiliki makna yang sangat penting. Tidak hanya menyangkut kajian estetik
keindahan, akan tetapi bagaimana energi disalurkan ketika memainkan gamelan.
Posisi duduk seorang pemain gamelan ideal yaitu mengambil posisi silasana
yaitu posisi duduk dimana kaki dilipat tertumpuk (kanan dan kiri) sedangkan
posisi badan tegak, dan pandangan kedepan (lihat gambar).
Dengan posisi yang benar dapat mendukung
penampilan dan secara estetik tertata adanya. Aspek penampilan menjadi sangat
besar pengaruhnya terhadap sebuah pementasan karena tanpa didukung oleh
penampilan yang baik dan apik serta mempertimbangkan aspek keindakan akan tidak
tercapai kaidah pertunjukan yang ada seperti: kompak, harmonis, selaras serasi
dan seimbang. Sisi lain dari posisi duduk yang benar dapat memberikan energi
yang penuh/total, sebab secara penyaluran energi yang seimbang keseluruh tubuh
dapat menyebabkan kualitas pukulan terjaga intensitasnya.
Posisi tangan: Untuk dapat
memainkan gamelan secara baik tentunya memegang panggul harus diperhatikan.
Posisi tangan yang benar untuk memainkan instrument berbilah adalah tangkai
panggul dipegang oleh tangan kanan dengan ibu jari berada sejajar dengan
tangkai panggul bagian lebarnya, sedangkan keempat jari lainnya posisi terlipat
(lihat gambar). Sedangkan untuk memainkan instrument berpencon posisi tangan
mengikuti arah panggul, sedangkan telunjuk tanpa dilipat. Begitu juga
pada instrument lainnya.
Menutup/tatekep:
Barungan Gong Kebyar merupakan seperangkat gamelan yang memiliki instrumentasi
yang sangat banyak. Hampir 30 -40 buah instrument yang sebagian besar merupakan
instrument perkusif. (dipukul). Tehnik-teknik tersebut menyebabkan setiap
kelompok instrument memiliki bunyi dan warna nada yang berlainan.
Instrumen-instrumen Gong Kebyar yang dimainkan secara dipukul baik memakai
tangan maupun memakai alat pemukul/panggul dalam gamelan Bali lazim disebut gagebug.
Sedangkan instrument tidak dimainkan secara dipukul diantaranya: instrument
suling (ditiup) dan instrument rebab (digesek). Setiap instrument memiliki
jenis-jenis pukulan yang berbeda satu sama lainnya. Oleh karena terbatasnya
informasi tentang identifikasi pukulan yang ada, maka dalam tulisan ini dicoba
memberikan teknik dasar tentang memainkan gamelan Gong Kebyar secara
konvensional serta mengacu pada sumber-sumber yang telah diakui keabsahannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar